Membantah Teori Tekhnik Dasar Wawancara
10 Juni 2016 by: Redaksi - Dilihat 299 kali

SAYA benar-benar terkejut, takzim dan masygul. Campur aduk perasaan yang ketika dihubungkan pada pengertian "dasar emosi" dan pada permulaan belajar wawancara dulu. Yakni, jangan pernah wawancara dengan baju berwarna merah. Kalau tidak salah ada di The Cheat Sheet.

Alasannya, warna cerah seperti merah dapat menimbulkan perasaan sangat kuat dan seringnya tidak menjadi positif, memancarkan gelombang negatif ketika dalam wawancara. Selain dapat terlihat jelas di seluruh ruangan.

Saya benar-benar menemukan bukti teori itu tak berlaku. Salah. Akan tetapi, enam emosi dasar yang dirumuskan Paul Ekman, seketika berkecamuk. Tentu disgust, anger dan surprise yang lebih mendominasi dibanding happi, sadness dan anger.

Akhirnya, saya berusaha keras menarik ke arah emotional well-being dan mengatur emosi negatif yang tiba-tiba datang. Muncul ingatan kelompok emosi dengan "sesuatu yang baik terjadi" bertarung "sesuatu yang buruk terjadi".

Saya sedang asyik berbincang tentang begal, dimana ada harapan agar dipindahkan nun jauh di negeri seberang. Dibuatkan paspor, kita tirakati dan buatkan jamaah doa agar dia dilindungi serta pulang kampung dengan membawa tumpukan kesejahteraan bersama. Saya tentu diserang dengan berbagai dalil keterbelakangan, dimana Yakuza dan Triad sudah melakukan itu sejak berabad-abad lalu. Saat ini mereka sudah bertransformasi pada riil bisnis yang mengandalkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, meski tak semua jalur hitam-nya ditutup.

Sehingga, kapan pun "jalur gelap" ditutup, semua jejaring itu telah siap bertarung bahkan memperebutkan ranah eksekutif dan pemerintahan.

Akhirnya, hiphotesa yang ada, mempertahankan begal bukan sebuah metodologi yang baik. Solusi, apalagi cara ideal melestarikan tradisi itu.

Begitu juga menghentikannya. Yang harus dilakukan adalah, pakai baju warna merah. Melawan ilmu dasar tekhnik wawancara. Toh ternyata dengan baju warna merah, bisa mewawancarai orang nomor satu di sebuah negara. Dan bukankah Manusia Agung itu juga sering pakai yang warna merah? Dimana beliau terlihat tampan dan indah seperti bulan purnama. Nah, jika perempuan pakai baju warna merah? Tentu cantik luar biasa. Penuh pesona dan daya kejut seperti pilot dalam fase-fase karier begal. (*)

Add a Comment

Memang, perjuangan itu belum tentu menunjukkan hasil, namun memulai sikap dan di posisi mana dalam ranah berjuang, penting dikokohkan sebagai bagian dari integritas jiwa muda yang berposisi, beroposisi atau terlibat, tentu saja dengan tetap berpikir merdeka.

Begal ...................... ( 17 )

Lek Tekat ...................... ( 20 )

Sari ...................... ( 43 )

Peristiwa ...................... ( 29 )