Ayok Nonton Lacofest
23 November 2016 by: Redaksi - Dilihat 213 kali

KENAPA setiap habis minum kopi asam lambung naik? Terasa mual dan mau muntah? Seorang teman pernah mengeluh. Seniman kopi di kampung kami menjawab singkat, sebab cara bikin kopinya salah. Dia kemudian menuturkan. "Kalau saya yang menyedu, pasti tidak mual. Syaratnya, jangan pakai gula. Bahkan kembung dan keluhan mual-mual akan hilang jika meminum kopi racikan saya setiap pagi, sebelum perut diisi apa-apa."

Bagaimana dengan jenis kopinya? Pastikan dulu, jika yang kita racik adalah robusta. Bukan yang arabika apalagi liberika. Mantap kopinya, kalimat yang layak diucapkan setiap pagi adalah khusus untuk kopi robusta. Tingkat pahit dan nandas di rongga tenggorokan sangat melekat. Yang secara laten, menjadi candu. Semacam rasa pahit yang terus menagih setiap waktu jeda.

Di sinilah momentum utama Lampung Coffee Festival semestinya memosisikan diri. Panitia acara itu menyingkatnya jadi lacofest. Dimana sudah terlihat serius menggarap untuk lebih membumikan kopi robusta Lampung. Termasuk sudah punya web. Sayang, portalnya masih tertulis, sedang dalam perbaikan dan hanya berisi satu banner tentang rangkaian acara locafest.

Lacofest bisa disebut, sata-satunya festival yang dibuat Pemerintah Provinsi Lampung untuk menunjukkan adat istiadatnya. Namun perlu dicatat, ini termasuk bagian penting dari upacara adat ngupi, yakni mengindari gelas plastik. Sebab, kawan saya pernah ngamuk di warung kopi gegara diberi suguhan "kopi lanang jumbo robusta Lampung" yang dipesan dengan gelas plastik. Kalimatnya, cukup membuat saya terkenang. "Ngupi dengan gelas plastik adalah pengkhianatan budaya asli Lampung."

Nama kawan saya itu Antoniyus Cahyalana. Dia memang salah satu pecinta kopi asli Lampung. Kopi yang harga segelas setara dengan harga lima kilogram beras itu, dibuangnya. Saya hanya bengong dan tertawa, melihat penjaga warung kopi yang menyembunyikan kekesalan namun tak berani menjawab. Lalu saya berbisik, gak apa-apa dia lagi PMS. Kening front line warung kopi itu berkerut, lalu bertanya, bagaimana mungkin lelaki PMS? Saya malah bingung, apa arti PMS, soalnya saya hanya tahu beberapa status perempuan yang galak, kemudian mengaku nyesal dan beralasan PMS lalu cowoknya komentar, gak apa sayang, gue maklum kok.

Memangnya apa sih, PMS itu? Suatu waktu saya komentar dan dijawab seorang perempuan yang pakai baju Akbid. PMS itu waktu dimana seseorang sering marah tanpa alasan yang jelas. :-)

Balik soal lacofest. Selain teman saya yang menyataka ngupi di gelas plastik adalah pengkhianatan budaya. Saya juga punya teman, sebut saja namanya Jarwo. Bukan nama sebenarnya. Ketika saya bertamu ke rumahnya, beliau langsung tanya. Robusta apa arabika? Karuan, setengah kaget menjawab, ya jelas arabika. Kemudian, dia menceritakan, orang Lampung yang meneguk arabika, itu manusia yang lupa sangkan paraning dumadi.

Sebagai orang yang sering baca teori Camus, tentu sedapat mungkin saya berusaha memberi penyangkalan. Orang faktanya rasa robusta dibanding arabika jauh, apalagi aromanya.

"Begini, ini bukan soal rasa. Ngupi itu soal identitas, penghargaan pada adat, peneguh spiritualitas dan upaya menjaga agar semua perbincangan bernilai guna. Bukan omong kosong, maka ngupi paling ideal adalah memahami sejarah tanaman, proses memetik biji kopinya, menjemur, memecah cangkang, menyangrai sampai menumbuk dan proses menyedunya dengan air panas," kata dia.

Semua itu, mata rantai yang harus terstrukur, membentuk lingkaran organisme yang teratur. Tak ada yang boleh terciderai. "Kalau orang Lampung ngupi arabika, itu sama levelnya dengan menyeruput kopi dari gelas plastik yang mleot karena panas."

Lantas, apa hubungannya antara pendapat teman saya yang namanya, sebut saja Antoniyus dan Jarwo, bukan nama sebenarnya itu dengan lacofes? Pesan mereka berdua layak dipertimbangkan. Jangan pula nanti ngupi di gelas plastik dan ada yang secara congkak menjual kopi arabika. Yah, kalau ada kopi saset sih, sebagai sponsor untuk periode awal masih bisa dipermaklumkan. Sebaiknya, dua teman saya juga datang untuk pura-pura masuk ke warung kopi punya londo yang namanya bak, bak apa gitu, lalu memoto secara jernih pengunjungnya, menggunakan kamera yang asli dibeli dari Jepang itu lalu diunggah ke medsos dan diberi keterangan. "Inilah wajah anak muda Lampung yang sedang ngupi di bak MBK pakai gelas plastik."

Add a Comment

Memang, perjuangan itu belum tentu menunjukkan hasil, namun memulai sikap dan di posisi mana dalam ranah berjuang, penting dikokohkan sebagai bagian dari integritas jiwa muda yang berposisi, beroposisi atau terlibat, tentu saja dengan tetap berpikir merdeka.

Begal ...................... ( 17 )

Lek Tekat ...................... ( 20 )

Sari ...................... ( 43 )

Peristiwa ...................... ( 29 )